Friday, July 9, 2010

JAWAPAN KEPADA TANDATANYA......cinta dan perkahwinan

Hari-hari berdepan dengan masalah client yg hampir 80% adalah yang berkaitan dengan jodoh, cinta, perkahwinan, perceraian yang sebenarnya semuanya melibatkan perasaan...... DAlam mencuba untuk membantu, kekadang tidak dinafikan hati yang bukan kristal ini adalakanya terusik... kesal dan pelbagai pertanyaan dan persoalan bermain di minda...........



Apakah ertinya cinta, jika kita gagal memberikan kebahagian kepada insan yang kita akui mencintai dan menyayangi mereka......... Apakah ertinya perkahwinan jika pengabaian tanggungjawab menjadi hasilnya apakah ertinya perjanjian akad nikah jika kita memungkirinya...... Kalau boleh tak mahu kasi mereka failkan perceraian... tetapi argggggggg susahnya...

Bila tiap hari telinga dan prasaan ini disogokkan dengan cerita2 yg macam ni...hati ini jadi takut plak... bila pikir pasak kahwin...... aduiiiiiiii ngeri la plak, walau kekadang cuba mencari semangat dari cerita-cerita keluarga bahagia dan dan motivasi, namun tak dpat dinafikan, sedikit perasaan gusar dalam hati ini...   Dan rasa nya hari ini jumpa satu lagi cerita motivasi utk diri ini......

SO jom la kita enjoy sama-sama baca kisah Plato seorang ahli falsafah yunani (kalau salah betulkan ye) dalam mencari pengertian CINTA dan PERKAHWINAN :-

Satu hari, Plato bertanya pada gurunya, "Apa itu cinta? Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya menjawab, "Ada ladang gandum yang luas didepan sana.

Berjalanlah kamu dan tanpa boleh mundur kembali, kemudian ambillah satu saja ranting. Jika kamu menemukan ranting yang kamu anggap paling menakjubkan, artinya kamu telah menemukan cinta."

Plato pun berjalan, dan tidak beberapa lama, Dia kembali dengan tangan kosong, tanpa membawa apapun.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu tidak membawa satupun ranting?"

Plato menjawab, "Aku hanya boleh membawa satu saja, dan saat berjalan tidak boleh mundur kembali (berbalik)." Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan, tapi aku tak tahu apakah ada yang lebih menakjubkan lagi di depan sana, jadi tak kuambil ranting tersebut. Saat kumelanjutkan berjalan lebih jauh lagi, baru kusadari bahwasanya ranting-ranting yang kutemukan kemudian tak sebagus ranting yang tadi, jadi tak kuambil sebatangpun pada akhirnya."

Gurunya kemudian menjawab "Jadi ya itulah cinta"

Di hari yang lain, Plato bertanya lagi pada gurunya, "Apa itu perkahwinan? Bagaimana saya bisa menemukannya?"

Gurunya pun menjawab, "Ada hutan yang subur didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali (menoleh) dan kamu hanya boleh menebang satu pohon saja. Dan tebanglah jika kamu menemukan pohon yang paling tinggi, karena artinya kamu telah menemukan apa itu perkahwinan."

Plato pun berjalan, dan tidak seberapa lama, dia kembali dengan membawa pohon. Pohon tersebut bukanlah pohon yang segar/subur, dan tidak juga terlalu tinggi. Pohon itu biasa-biasa saja.

Gurunya bertanya, "Mengapa kamu memotong pohon yang seperti itu?"

 
Plato pun menjawab, "Sebab berdasarkan pengalamanku sebelumnya, setelah menjelajah hampir setengah hutan, ternyata aku kembali dengan tangan kosong. Jadi dikesempatan ini, aku lihat pohon ini, dan kurasa Tidaklah buruk-buruk amat, jadi kuputuskan untuk menebangnya dan membawanya kesini. Aku tidak mau menghilangkan kesempatan untuk mendapatkannya."

Gurunya pun kemudian menjawab, "Dan ya itulah perkawinan."

Note:
Cinta itu semakin dicari, maka semakin tidak ditemukan. Cinta adanya di dalam lubuk hati, ketika dapat menahan keinginan dan harapan yang lebih.


Ketika pengharapan dan keinginan yang berlebih akan cinta, maka yang didapat adalah kehampaan... tiada sesuatupun yang didapat, dan tidak dapat dimundurkan kembali. Waktu dan masa tidak dapat diputar mundur.


Terimalah cinta apa adanya.
________________________________
Perkawinan adalah kelanjutan dari Cinta. Adalah proses mendapatkan kesempatan, ketika kamu mencari yang terbaik diantara pilihan yang ada, Maka akan mengurangi kesempatan untuk mendapatkannya.

Ketika kesempurnaan ingin kau dapatkan, maka sia-sialah waktumu dalam mendapatkan perkawinan itu, karena, sebenarnya kesempurnaan itu hampa adanya.
JaDikAn HaRi EsOk LeBiH Baik dari HaRi InI




Kepada diri ini; jangan takut melangkah dengan langkah baru ke jalan yang baru kerana kita takkan tahu apa yang ada dihadapan tanpa kita melaluinya...dan kita juga lah aset dan punca kejayaan dan kelancaran perjalanan kita.......

DAn kepada yang telahmempunyai keluarga.........KeLuaRgA adalah HaDiaH TerBaiK DaLam HiDup KiTa..SayaNgi MereKA SelAgi AdA...






No comments: